Minggu, 02 Oktober 2016

Makalah Pemikiran Pendidikan Islam ( Hubungan Alam dalam pendidikan )



BAB I
PENDAHULUAN

            Islam merupakan ajaran agama yang tidak menerima pertentangan dan juga pemisahan antara kehidupan rohaniyah atau keduniawian, antara akal dan hati juga antara ilmu dan amal. Justru dari beberapa hal di atas merupakan beberapa aspek yang memang harus dikaji oleh umat. Dalam peradaban umat islam telah dijumpai berbagi macam pemikiran yang berkembang dalam islam masing-masing mempunyai corak tertentu. Ada 3 konsep pemikiran yakni Tuhan, Alam, dan manusia. Sudah menjadi keyakinan umat Islam, Allah adalah pencipta dan Alam semsta Adalah ciptaan-Nya. Namun banyak perbedaan pendapat dalam memahami penciptaan. Para pemikir islam seperti filosof islam, ilmu pengetahuan islam, dan manurut agama islam itu sendiri berbeda pendapat tentang penciptaan alam jagat raya ini. Maka dari itu pemakalah akan membahas salah satu konsep pemikiran yakni pemikiran pendidikan islam yang berbasis Alam jagat raya.

Rumusan Masalah
1.      Apa itu Alam?
2.      Apa saja teori yang membahas tentang Alam ?
3.      Bagaimana hubungan pendidikan dengan Alam?

Tujuan Masalah
1.      Mengetahui apa itu Alam.
2.      Mengetahin teori-teori yang membahas tentang Alam.
3.      Mengetahui bagaimana hubungan Alam dalam pendidikan.








BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Alam
Istilah alam disini dalam arti alam semesta, jagat raya, yang dalam bahasa inggris diistilahkan dengan arti universe dan dalam bahasa arab yakni عالم . ‘alam dalam al-Quran tidak sama dengan istilah ‘alam yang dimaksud kaum teolog dan kaum filosof islam. Kaum teolog mendefinisikan ‘alam ialah segala sesuatu selain Allah. Sementara kaum filosof islam mendefinisikanya ialah kumpulan jauhar yang tersusun dari maddat (materi) dan shurat (bentuk) yang ada di bumi dan di langit. Sedangkan ‘alam yang dimaksudkan Al-Quran,  sebagai kumpulan yang sejenis dari makhluk tuhan yang berakal atau memiliki sifat-sifat yang mendekati makhluk yang berakal. Arti ini didasarkan pada kata ‘alamin yang menunjukkan muzzakar yang berakal. Sebab itu dikenal alam malaikat, alam manusia, alam jin, alam tumbuhan dan lainnya, tetapi tidak dikenal istilah alam batu dan alam tanah.[1]
B.     Teori tentang Alam Jagat Raya
Menurut Murthada Muthahari ada tiga konsepsi tentang alam semesta: ilmu pengetahuan, filsafat, dan agama.
1.       konsepsi alam jagat raya menurut ilmu pengetahuan ini merupakan buku purba, yang halaman pertama dan terakhirnnya sudah hilang atau tidak diketahui. Menurut  ilmu pengetahuan ciri-ciri alam ini berubah-ubah hari ke hari, karena ilmu pengetahuan didasarkan pada perpaduan teori dan eksperimen, bukan didasarkan pada kebenaran rasional yang jelas. Ilmu pengetahuan tak dapat memberikan  gambaran umum tentang alam semesta. Ilmu pengetahuan hanya menjelaskan sebagian kecil tentang alam semesta yaitu bagian yang hanya dapat diobservasi dan diuji coba.[2] Dalam menjelaskan proses penciptaan alam semesta, kosmologi modern berpegang kepada teori big bang (ledakan besar), menurut teori ini alam semesta sebelumnya teremas yang kemudia sekitar 15 milyar tahun yang lalu meledak, pecah berkeping-keping dengan dahsyatnya. Pecahan inilah yang akan menjadi atom, bintang-bintang, galaksi-galaksi bergerak saling menjauh dan akan terus bergerak. Pandangan di atas diperkuat oleh hasil observasi radio astronomi Arno Prnzias berkebangsaan amerika serikat menemukan bahwa gelombang mikro mendatangi bumi dari segala penjuru alam semesta yangtersisa dari peristiwa big bang.[3]
2.       konsepsi alam semesta menurut filsafat tidak bersifat terperinci dan spesifik. Menurut Al-Farabi seorang filsuf dan Ibnu Sina sependapat alam jagat raya adalah diciptakan oleh Alah Swt. Melalui teori emanasi (pancaran), menurut Al-Farab, bahwa Allah sebagai Wujud I berpikir tentang diri-Nya, dan dari hasill pemikiran-Nya itu timbullah wujud II akal I, wujud II akal I berpikir tentang Tuhan lahirlah Wujud III akal II, dan ketika berpikir tentang dirinya, maka lahirlah langit pertama. Wujud II akal II berpikir tentang tuhan lahirlah wujud IV akal III, berpikir tentang Tuhan lahirlah wujud V akal IV, dan ketika berpikir tentang diirinya maka lahirlah saturnus, wujud V akal IV berpikir tentang Tuhan, lahirlah wujud VI akal V, dan keetika berpikir tentang dirinya lahirlah Jupiter. Wujud VI akal V berpikir tentang Tuhan lahirlah wujud VII akal VI, dan ketika berpikir tentang dirinya maka lahirlah Mars. Wujud VII akal VI berpkir tentang Tuhan, lahirlah wujud VIII akal VII, dan ketika berpikir tentang dirinya lahirlah matahari. Wujud VIII akal VII berpikir tentang Tuhan lahirlah wujud IX akal VIII dan ketika berpikir tentang dirinya lahirlah pluto, wujud IX akal VIII berpikir tentang dirinya lahirlah mercury. Wujud X akal IX berpikir tentang Tuhan lahirlah wujud XII akal x, dan ketika berpikir tentang dirinya lahirlah bulan selanjutnya dari akal X ini muncul bumi dan materi asal terajdinya makhluk yaitu air, udara, api, dan tanah, dari empat materi asal ini lahir (benda benda keras, seperti gunung, batu, dan sebagainya), nabatiyat (tumbuh-tumbuhan), hayawaniyah (binatang), dan insaniyah (manusia). Melalui emanasi tersebut terdapat beberapa catatan sebagai berikut:
a.       alam jagat raya yang terdiri dari planet-planet, materi asal yang kemudian menjadi benda-benda keras, tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia itu adalah diciptakan oleh Allah Swt, melalui proses berfikir.
b.      alam jagat raya itu amat beragam dan kaya jenisnya yang semua itu amat dibutuhkan manusia
c.       di dalam konsep emanasi tersebut terdapat filsafat tentang wujud, yakni wujudlah yang menyebabkan esensi tentang sesuatu menjadi tampak dalam realita. Wujud tersebut dibagi menjadi tiga. Wajib al-wujud seperti adanya alam mesti ada yang menciptakan, mumkin al-wujud yakni sesuatu yang boleh ada boleh tidak misalnya manusia, mustahil wujud, yakni jika sesuatu yang telah ada di suatu tempat, maka mustahil ia akan ada di tempat lain dalam waktu yang bersamaan. Walaupun filsafat tidak menjelaskan dengan detail tentang alam jagat raya, namun ia sudah menggambarkan alam raya tersebut secara keseluruhan dan saling berkaitan.[4]
Ibnu Rusydi berpendapat tentang Alam Akhirat, menurutnya ada Alam yang qadim yakni alam akhirat yaitualam lain yang leebih tinggi dari padaalam dunia, untuk memahami cara berbangkit di akhirat nanti, maka itu tergantung atas tingkat ilmu yang dimiliki seseorang. Orang umum berpendapat bahwa berbangkit itu dengan tubuh kasarnya. Orang khusus hanya dengan rohaninya saja.[5]
3.      Konsep alam raya menurut agama islam, jauh lebih lengkap dibandingkan dengan konsepsi alam menurut ilmu pengetahuan dan filsafat. Islam tidak hanya menggambarkan alam jagat raya dari segi jenis dan macamnya, melainkan juga dari segi proses penciptaannya, sifat dan karakter yang dimilikinya, maksud dan tujuan penciptaannya.
Al-Quran menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan alam adalah segala sesuatu yang selain Allah atau segala sesuatu yang diciptakan Allah. Menurut islam alam jagat raya bukan hanya planet-planet, jamadat, nabatiyah, hayawaniyat dan insaniyat melainkan juga alam ghaibat, seperti alam akhirat, alam kubur, surga, neraka, malaikat, jin, setan, dan sebagainya. Macam dan ragam alam dalam islam jauh lebih lengkap.
Dari segi proses penciptaannya Al-Quran menyatakanbahwa langit dan bumi pada mulanya adalah satu kesatuan, lalu dipecahkan, dan pecahan tersebut saling menjauh membentuk planet-planet, dan segenap benda-benda alam lainnya. Hal ini dinyatakan dalam QS. Al-Ambiyat  21:30[6]

Dalam surat Al-Anbiyat diatas disajikan informasi pokok tentang alam (al-sama’) dan materi (al-ardh) yang sebelum dipisahkan adalah sesuatu yang padu. Kemudian dibicarakan pula tentang air (al-ma’) yang dari padanya dijadikan segala sesuatu yang hidup. [7]

Selain itu Al-Quran menyatakan: jika Allah menghendaki sesuatu maka jadilah. Berkenaan dengan ayat ini ada dua pendapat, pertama, penciptaan dari segala sesuatu yang tidak ada, kedua penciptaan dari sesuatu yang ada yakni penciptaan dari materi asal (air, udara, api dan tanah)yang selanjutnya menjadi tumbuh-tumbuhan, binatang, dan manusia. Hal ini dipahami dalam firmannya QS Yaa Siin 36:82 :

Pada ayat lain Allah menyatakan: Dialah yang menciptakan tujuh lapis langit dan bumi dalam waktu enam hari. Firmannya dalamQS Al-Ma’arij 70:4

Dari segi sifat, dan karakternya, Islam menginformasikan tentang alam dengan amat lengkap, dapat dikemukakan sebagai berikut:
a.       Patuh dan Tunduk kepada Allah
Alam jagat raya patuh dan tunduk pada hukum yang ditetapkan Tuhan didalamnya (sunatullah). Misalnya, tubuh fisik manusia, tunduk pada hukum pertumbuhan, mulai dari sperma, ovum, janin, lahir sebagai bayi, anak-anak, remaja, dewasa, tua, usia lanjut dan akhirnya mati. Demikian pula benda-benda ruang angkasa: bulan, bintang, matahari, dan sebagainya berjalan menurut hukum yang ditetapkan Tuhan.
b.      Memiliki ukuran yang pasti
Alam  raya memiliki ukuran yang berbeda antarra satu dan lainna. Misalnya tinggi badan, ukuran jemari, panjang gigi, hidung, dan sebagainya.
c.       Dapat dimanfaatkan Manusia
Manusia dapat memanfaatkan jagat raya tersebut untuk keperluannya misalnya manusia dapat menmanfaatkan panas matahari, tegana panas bumi,  dan sebaginnya.
d.      Berubah pada setiap waktu
Alam jagat raya berubah berkembang yakni apa yang ada dilangit dan bumi.
e.       Memiliki sifat dan karakter
Alam jagat raya memiliki karrakter. Pohon pisang misalnya karakter sebelum mati harus berubah dan memelihara keturunan, batangnya digunakan untuk tali, daunnya untuk bungkus kue-kue, jantungnya enak dimakan, getahnya untuk mengobati luka, dan buahnya enak dan bergizi.
f.       Selalu Memberi Manfaat pada Manusia
Alam selalu memberi manfaat pada manusia dan ia tidak diciptakan secara sia-sia. Allah Swt berfirman dalam QS Ali Imran 3:190-191
g.      Senantiasa Bertasbih kepada Allah.
Alam semesta senantiasa bertasbih kepada Allah Swt, namun manusia tidak mengerti cara alam bertasbih.
h.      Alam Akan Rusak Binasa
i.        Saling berhubungan
Saling berhubungannya alam misalnya tumbuh-tumbuhan amat bergantung kepada kesuburan tanah, dan tumbuh-tumbuhan itu juga dapat mempersuburkan tanah.

Selanjutnya dari segi fungsi dan kedudukannya, alam jagat raya memiliki fungsi dan kedudukan sebagai berikut.
a.       Sebagai Bukti Kekuasaan Allah Swt.
b.      Sebagai Sumber Kehidupan Manusia
c.       Sebagai Objek kajian Ilmupengetahuan
d.      Sebagai Pendukung Ayat-ayat Al-Qur’an
e.       Sebagai Bahan Perumusan Konsep Tauhid

C.     Hubungan Alam dan Pendidikan
1.      Visi pendidikan yang berbasis alam adalah menjadikan pendidikan sebagai sarana yang unggul terdepan dan strategis dalam memberikan kemampuan kepada masyarakat dalam memberdayakan segenap potensi alam secara cerdas, cermat, bijaksana, dan amanah, sehingga dapat menimbulkan kesejahteraan masyarakat tanpa merusak ekosistem lingkungan.
2.      Misi pendidikan yang berbasis alam adalah : memperkenalkan alam semesta, memberikan keterampilan dan kemampuan dalam mengelola alam, memberikan kemampuan dan keterampilan dalam mengelola alam, memberi keterampilan dalam memelihara dan melestarikan alam semesta, memberikan pemahaman yang mendalam berdasarkan petunjuk Al-Quran dan al-Sunnah yang menunjukkan bahwa alam sebagai ciptaan Allah Swt. Dan alat yang digunakan untuk mengenal dan bersyukur bersyukur kepada-Nya.
3.      Proses belajar mengajaryang berbasis alam tidak hanya terbatas di dalam kelas melainkan memanfaatkan juga alam lingkungan sekitar. Ketika mengajar mata pelajaran fisika, kimia, biologi, kebudayaan, dan lainnya dengan mengajak peserta didik untuk memanfaatkan alam jagat raya.
4.      Dalam merancang lingkungan pendidikan yang berbasis alam dilakukan dengan cara memilih lingkungan yang paling tepat untuk mendukung kegiatan belajar. Hal ini didasarkan kepada kenyataan [8]













BAB III
KESIMPULAN
Kaum teolog mendefinisikan ‘alam ialah segala sesuatu selain Allah. Sementara kaum filosof islam mendefinisikanya ialah kumpulan jauhar yang tersusun dari maddat (materi) dan shurat (bentuk) yang ada di bumi dan di langit. Sedangkan ‘alam yang dimaksudkan Al-Quran,  sebagai kumpulan yang sejenis dari makhluk tuhan yang berakal atau memiliki sifat-sifat yang mendekati makhluk yang berakal.
Menurut  ilmu pengetahuan ciri-ciri alam ini berubah-ubah hari ke hari, karena ilmu pengetahuan didasarkan pada perpaduan teori dan eksperimen, bukan didasarkan pada kebenaran rasional yang jelas.
menurut filsafat tidak bersifat terperinci dan spesifik. Menurut Al-Farabi seorang filsuf dan Ibnu Sina sependapat alam jagat raya adalah diciptakan oleh Alah Swt. Melalui teori emanasi (pancaran).
menurut agama islam, jauh lebih lengkap dibandingkan dengan konsepsi alam menurut ilmu pengetahuan dan filsafat. Islam tidak hanya menggambarkan alam jagat raya dari segi jenis dan macamnya, melainkan juga dari segi proses penciptaannya, sifat dan karakter yang dimilikinya, maksud dan tujuan penciptaannya.









DAFTAR PUSTAKA
Abuddin Nata, (2013), Pemikiran Pendidikan Islam & Barat, Jakarta: rajawali Pers.
Kahar Masyhur, (1989), Pemikiran dan Modernisme dalam Islam, Jakarta: Kalam Mulia.
Sirajuddin Zar, (1994), konsep penciptaan alam dalam pemikiran islam sains dan al-Quran,          PT Jakarta: RajaGrafindo Persada.




[1]               Sirajuddin Zar, konsep penciptaan alam dalam pemikiran islam sains dan al-Quran, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada 1994), hal.19-20.
[2] Abuddin Nata, Pemikiran Pendidikan Islam & Barat, (Jakarta: rajawali Pers 2013), hal.
[3]  Ibid, Sirajuddin Zar, hal. 145-147
[4] Abuddin Nata, Pemikiran Pendidikan Islam & Barat, (Jakarta: rajawali Pers 2013), hal.
[5] Kahar Masyhur, Pemikiran dan Modernisme dalam Islam, (Jakarta: Kalam Mulia 1989), Hal. 99-100
[6] Ibid, Abuddin Nata, Hal.
[7] Sirajuddin Zar, konsep penciptaan alam dalam pemikiran islam sains dan al-Quran, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada 1994), hal. 128
[8] Abuddin Nata, Pemikiran Pendidikan Islam & Barat, (Jakarta: rajawali Pers 2013), hal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar